Oleh Bambang Soesatyo
(anggota Komisi III DPR/Tim Pengawas Kasus Bank Century)
Konsistensi kita mengaktualisasi era penegakan hukum kembali menghadapi godaan. Tak kuat menghadapi tekanan dan tergiur iming-iming, penegak hukum tidak hanya ambivalen, tetapi juga selingkuh. Kasus Bibit-Chandra, skandal Bank Century hingga pemberantasan makelar kasus (markus) jelas-jelas sudah membelokkan arah penegakan hukum. Ekstremnya, kita sedang bergerak mundur....
Inkonsistensi Penegakan Hukum



Kebudayaan Nasional Indonesia: Penataan Pola Pikir


Meutia Farida Hatta Swasono (Mantan Ketua Jurusan Antropologi FISIP-UI, saat ini menjabat Ketua Program D-III Pariwisata FISIP-UI. Inti Pemikiran yang tertuang pada tulisan ini pernah diajukan pada Kongres Kebudayaan V di Bukittinggi , tgl 20– 22 Oktober 2003)
Pendahuluan
Sejak proklamasi kemerdekaan hingga saat sekarang ini telah banyak pengalaman yang diperoleh bangsa kita tentang kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam negara Republik Indonesia,...

Penyederhanaan Parpol dan Demokrasi


Oleh M Sabil Rachman (Wakil Ketua Umum DPP AMPI, peserta program S-3 Ilmu Politik UI)
Hari-hari ini, usulan tentang penyederhanaan partai politik sudah mulai ramai diperdebatkan. Wakil Ketua Umum Partai Golkar Theo L Sambuaga saat menutup Rakornas Legislator Partai Golkar, 6 Juni 2010, di Hotel The Ritz-Carlton, Jakarta, menegaskan bahwa penyederhanaan partai politik merupakan agenda mendesak untuk meningkatkan kinerja parlemen.
Pernyataan tersebut...
Kepedulian Soekarno pada Kemelaratan


Oleh Prakoso Bhairawa Putera (Peneliti LIPI)
"Anak Belanda tidak pernah bermain dengan anak bumiputra. Mereka orang Barat yang putih seperti salju asli yang baik dan mereka memandang rendah kepadaku karena aku anak bumiputra atau inlander."
Pengalaman pahit ini dialami Bung Karno ketika bersekolah di Europeese Logere School. Kebencian Sang Putra Fajar terhadap sikap anak-anak Belanda yang terlalu meremehkan anak pribumi makin lama makin berkembang....
Nilai Budaya dalam Bahasa Gambar Garin Nugroho


Oleh Eka Fendri Putra
Beberapa waktu lalu, dalam sebuah diskusi tentang televisi, seorang peserta melontarkan pertanyaan. Kegelisahan yang dilontarkan adalah, kenapa belakangan ini, iklan televisi mempunyai tren yang sama. Tren dalam mengemas bahasa visual yang sama.
Semuanya nampak seragam. Ujung-ujungnya menyepakati, bahwa iklan televisi yang acapkali muncul belakangan ini, agaknya mengambil teknis tutur gambar yang sama. Pengambilan angle...

Langganan:
Postingan (Atom)